Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

11 Februari 2024

PROMPT FOR AI GENERATED IMAGE

Kurun waktu belakangan ini gambar-gambar berbasis AI (Artificial Inteligence) sedang digandrungi banyak orang. Blog kali saya ingin berbagi tentang sebuah atau beberapa prompt untuk membuat sebuah karya dengan AI yang menakjubkan. Dibawah ini saya sertakan beberapa contoh prompt yang bisa digunakan untuk membuat karya image dengan AI tersebut atau bila anda ingin bisa kunjungi situs resminya untuk prompt, disini 

Berikut contoh beberapa prompt yang bisa anda pakai:

epic realistic, scientist mixing a substance in a beaker, in a white coat, A futuristic laboratory, 4K resolution, hyper realistic, ultra detailed, neon ambiance, abstract black oil, gear mecha, detailed acrylic, grunge, intricate complexity, rendered in unreal engine, photorealistic, (Masterpiece:1.3), (best quality:1.3), <lora:add_detail:0.4> <lora:epi_noiseoffset2:0.4> <lora:hairdetailer:0.6> <lora:more_details:0.3> <lora:add-detail-xl:1.2> <lora:DetailedEyes_V3:1.2> <lora:sd_xl_offset_example-lora_1.0:1.2>, (natural skin texture, hyperrealism, soft light, muted colors), background, rutkowski, rim light

Realistic-caricature of a big-headed baby with the face of an Indonesian adult man emerging from a newly hatched egg, holding the rim of the egg, the yolk. The background is several broken eggs of the same size, in the kitchen, a woman is cooking. Ultra HD, 5k.

(1girl, full body), (Beautiful Korean girl, kpop idol), (Cute Loose Bob hairstyle, red lipstick, small breasts, toned stomach, abs, aegyo sal, eyelashes:1.5), (wearing a cropped jacket, sports bra, and running shorts:1.5), (symmetrical eyes, beautiful detailed eyes, beautifully detailed face, highly detailed skin, skin details), (dramatic lighting, rim lighting), (RAW photo, analog, award-winning glamour photograph, sharp focus, DSLR, photography, f/4), (8k uhd, photorealism, photorealistic, hyperrealism, hyperrealistic, realistic, highly complex, intricate, masterpiece, highest quality, ultra high resolution, highly detailed CG unified 8K wallpapers), (raytracing, physics-based rendering, best shadow, best illustration), (vivid color, post-processing, vibrant, color grading)

gorgeous cyborg female in pink combat armor, pink hair, cyberpunk style, lingerie, futuristic, high-tech, sci-fi, flirting, kinky, attractive, portrait, looking at viewer, portrait, photography, detailed skin, realistic, photo-realistic, 8k, highly detailed, full length frame, High detail RAW color art, diffused soft lighting, shallow depth of field, sharp focus, hyperrealism, cinematic lighting

The image features a man riding a wave on a surfboard. he is skillfully navigating the wave, showcasing her surfing abilities. The man is wearing a wetsuit, which provides his with the necessary protection and flexibility while surfing. The surfboard he is riding is positioned in the center of the image, with the man standing on it and maintaining his balance as he enjoys the thrill of the wave. (controlnet_mode:canny sdxlYamersRealism2, sdxl-1. 0. 0. 9. safetensors, SeargeSDXL4. 2-Llama2 prompt)

Epic wide angle view, stunning dangerous Siren mermaid with very long Betta splendens intricate tail, hovering in the deep underwater space, surrounded by water creatures, stunning perfect properties, perfect symmetric, in the style of Ori and the blind forest::10 --s 300 --q 5 --ar 1:2 --upbeta --v 5

15 April 2013

Ujian Nasional Tiba, Bergembiralah !!

Ketika menghadapi ujian, perasaan yang seharusnya muncul adalah debar senang karena akan naik jenjang ke kehidupan yang lebih tinggi. Anak-anak usia SD yang remaja awal akan naik ke jenjang SMP. Juga usia remaja akhir, yakni SMP akan naik ke jenjang SMA. Selain itu, dari rema ja akhir ke masa remaja dewasa awal, yaitu dari SMA ke jenjang Perguruan Tinggi, bekerja atau menikah.
Mari kita gambarkan kuat-kuat bahwa lulus ujian itu menyenangkan. Menghadapi. Menghadapi ujian berarti menuju jenjang hidup yang lebih tinggi. itu terwakili dari warna baju seragam sekolah yang berdeba. Ada juga hak dan kewajiban baru pada jenjang yang lebih tinggi yang dulu tidak diperbolehkan. misalnya, mengurus KTP dan SIM yang berarti diperlakukan sebagai orang dewasa oleh Negara.
Kegembiraan itu kini tertutupi aneka "hati-hati" dan "awas". Menjelang ujian nasional (UN) yang terdengar hati-hati, sudah dekat ujian, ayo belajar (dan seakan belajar hanya untuk ujian); awas, sekarang sulit lho ujiannya, awas sekarang pengawasannya semakin ketat. Hati-hati macam soalnya banyak atau awas nggak bisa nyontek (seakan menyontek adalah hal yang dibenarkan). Dampaknya, adik, kakak, teman main, televisi atau aktivitas bermain dijauhkan agar anak bisa belajar untuk menghadapi UN. UN seperti menjadi musuh besar.
Mengapa jadi terkesan menyeramkan ? UN juga dijadikan sebagai tolok ukur prestasi sekolah, sehingga sekolah tersebut merasa terbebani. Beban itu dibagi kepada guru dan selanjutnya guru menbagi beban tersebut kepada anak didiknya. Akibatnya, anak sekolah menjadi instrumen dalam mencapai prestasi sekolah. Bukan sebaliknya, prestasi anak yang mendongkrak prestasi sekolah. Makna itu berbeda. Yang satu, anak menjadi objek dan satu lagi anak menjadi subjek. Akibatnya, dua hal tersebut juga berdampak berbeda dalam perkembangan anak.
Dalam perspektif psikologi perkembangan rentang kehidupan (life span perspektif), psikologis perkemabngan anak sebelumnya akan mempengaruhi psikologis perkembangan selanjutnya. Pengalaman UN yang menyeramkan dan menakutkan akan memepengaruhi psikologis perkembangan anak selanjutnya. UN telah menguras semua aspek perkembangan anak, mulai kognisi, afeksi dan psikomotor sang anak. Anak mengasah kognisinya dengan memperbanyak latihan soal (metode drill) yang membuat mereka seperti mesin dan menghafal jenis soal. Muncullah strategi anak memecahkan soal namun tidak memahami konsepnya. Dalam diri anak juga terjadi perkemabangan afeksi atau emosi. Nah, sayangnya, emosi yang terstrimulasi dalam kelas  kehidupan UN adalah perasaan cemas, takut dan superheboh. Karena ittu, anak-anak tidak mudah lagi tersenyum (atau mungkin senyum juga dilarang, harus serius karena mau UN). Gambaran yag terjadi adalah wajah anak yang capek karena turorial pelajaran yang terus-menerus dan cemas dalam menghadapi ujian.
Psikomotor jelas terlihat mulai gerak tangan yang mencoba menghitamkan lembar jawaban ujian (LJU), sehingga sensor penglihatan dan koordinasinya dengan gerak tangan juga terasah secara terus-menerus karena latihan ujian yang terus-menerus pula.
Wow..........terlihat sekali bahwa kehidupan anak yang menjalani unas terstimulasi dalam segala aspek perkembangan. Tentunya, harapan orang tua, pendidik dan orang dewasa lainnya adalah psikologis perkembangan anak yang terasah karena unas itu bisa berdampak positif. Bagaimana caranya ? Tahap pertama, membuat lingkungan yang menyenangkan. Ajari anak bersikap positif. Unas memang ditunggu-tunggu sebagai tanda penuntasan jenjang pendidikan.
Ujian Nasional merupakan gerbang ketuntasan dalam jenjang pendidikan. Sukses melaksanakan UN adalah penanda ketuntasan anak di jenjang yang ada (bukan penanda prestasi sekolah, apalagi penanda prestasi Kepala Dinas Pendidikan). Nuansanya harus dibuat seperti ketika anak menunggu liburan dan seperti nyanyian penyanyi Tasya saat masih kecil (penyanyi cilik). Libur tlah tiba, libur tlah tiba, hore...hore...hore! Setelah sikap positif terbentuk, motivasi akan mudah diberikan agar anak tumbuh percaya diri dan rieleks. Terbukti, anak-anak yang mempu mendapat nilai tinggi bukanlah anak yang menduduki rangking atas, tetapi justru anak-anak yang tidak terduga.
Psikologi mereka tenang karena tidak ada tekanan untuk menjadi yang terbaik seperti anak-anak rangking atas. Selanjutnya, ketika bersikap positif dan percaya diri, anak akan merasa bahwa tanggung jawab menyelesaikan UN dengan nilai baik merupakan tanggung jawab pribadinya. Dia tidak harus ikut bertanggung jawab atas nilai teman-temannya agar nilai UN-nya disekolah baik. Personalisasi tanggungjawab itu membentuk pribadi tangguh dan siap menghadapi tantangan. Dia tidak berharap menunggu bantuan jawaban dari temannya yang dianggap pintar.
Katika anak mulai bertanggungjawab dan tangguh, muncullah kejujuran, sehingga mengikis prakti mencontek. Sekali lagi, anak tangguh adalah anak yang mahal dan langka saat ini. Alangkah banyak orang tua yang karena perasaan bersalahnya sering memebrikan fasilitas agar anak tidak merasa susah atau permisif.
Dari titik awal sikap positif itu, dengan tahap yang positif pula, secara psikologis anak kita, generasi penerus kita akan tumbuh menjadi anak yang berkembang dengan baik. Pengalaman UN adalah pengalaman yang menyenangkan dan menjadi penanda ketuntasan jenjang pendidikan serta batas akhir kemampuan memasuki tahap psikologis perkembangan selanjutnya. Mari ajak mereka bernyanyi gembira. UN tlah tiba,,,,,,UN tlah tiba.....hore,,,hore,,,hore!!!

11 Maret 2009

Berpelukan Atasi Stress

Dari berbagai penelitian/riset menyebutkan bahwa berpelukan bisa menyembuhkan fisik dan emosional, bahkan bisa mengatasi stress dan depresi.
Sebuah riset yang dilakukan oleh Dr. Harold Voth, senior psikiater dari Kansas Amerikan Serikat, menyebutkan bahwa berpelukan mampu mengusir depresi, men tune-up sistem kekebalan tubuh, tidur menjadi lebih nyenyak dan awet muda. Bahkan ada sebuah lembaga yang khusus mengkoordinir 'pelukan gratis' atau free hug dijalanan bagi mereka yang membutuhkan. Meski di beberapa negara kampanye Free Hug ini terganjal regulasi pemerintah, seperti Cina yang menganggap berpelukan sebagai tradisi asing. Bahkan pemerintah Cina sempat membubarkan aksi pelukan di pusat kota bisnis Xi'an dan melarang kampanye pelukan di jalan.
Pelukan bisa memberikan efek yang sedemikian hebatnya, bagaimana bisa ?
Berdasarkan penelitian, saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian yang bekerja menekan hormon penyebab timbulnya stress (hormon cortisol dan hormon norepinephrine) yang pada akhirnya bisa memberikan kontribusi untuk kesehatan jantung dan pikiran.
Dalam kehidupan nyata, hormon oxytocin ini akan tercipta dalam sebuah hubungan sehat yang tidak sering diwarnai pertengkaran ataupun kekerasan.
Nah, apakah anda lagi stress berat ? Mungkin karena masalah keluarga ataupun pekerjaan. Ayo carilah orang yang bisa kamu ajak untuk berpelukan. Tidak harus dengan pasangan anda, bisa dengan sahabat atau saudara. Paling tidak anda bisa merasa nyaman dan terlindungi untuk beberapa saat.

Menikmati sarapan dengan pemandangan pegunungan kini menjadi impian liburan ideal bagi banyak orang yang ingin melepas penat dari hiruk-pik...