Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

19 Maret 2023

Podcast dan Broadcast


Podcast

Podcast adalah jenis media digital yang terdiri dari serangkaian episode audio atau video yang dapat diunduh atau diputar secara online. Podcast biasanya berisi diskusi atau wawancara tentang topik tertentu, seperti berita, politik, teknologi, seni, musik, olahraga, kesehatan, dan sebagainya. Pembuat podcast dapat menghasilkan konten secara independen atau bekerja sama dengan jaringan podcast atau perusahaan media lainnya.

Podcast biasanya tersedia dalam format RSS feed, yang memungkinkan pendengar untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan saat episode baru tersedia. Pendengar juga dapat mengunduh atau memutar podcast secara streaming melalui aplikasi atau platform podcast seperti Spotify, Apple Podcasts, Google Podcasts, dan lain-lain.

Broadcast

Broadcast adalah penyiaran atau penyebaran sinyal audio atau video melalui saluran publik atau jaringan komunikasi tertentu, seperti televisi, radio, atau internet. Istilah ini juga dapat mengacu pada pesan atau konten yang disiarkan melalui saluran tersebut.

Broadcast dapat mencakup berbagai jenis konten, termasuk berita, acara hiburan, olahraga, dan iklan. Broadcast biasanya ditujukan untuk khalayak yang luas, dan sering kali dihasilkan oleh organisasi media besar seperti stasiun televisi atau radio, atau platform online seperti YouTube atau Twitch.

Dalam beberapa kasus, broadcast dapat berlangsung secara langsung (live), yang berarti konten tersebut disiarkan secara real-time dan dapat ditonton atau didengar oleh penonton pada saat yang sama dengan waktu siaran. Namun, banyak broadcast juga tersedia sebagai rekaman atau siaran ulang (rerun) yang dapat diakses dan ditonton atau didengar kapan saja.

Persamaan dan Perbedaan Podcast dengan Broadcast

Persamaan antara podcast dan broadcast adalah keduanya merupakan bentuk media yang digunakan untuk menyebarluaskan konten audio atau video. Keduanya juga dapat mencakup berbagai jenis konten, seperti berita, hiburan, olahraga, dan iklan.

Namun, terdapat perbedaan antara podcast dan broadcast, yaitu:

  1. Distribusi: Broadcast umumnya disiarkan melalui saluran publik atau jaringan komunikasi tertentu, seperti televisi, radio, atau internet. Sementara itu, podcast tersedia melalui aplikasi atau platform podcast, dan dapat diunduh atau diputar secara online.

  2. Format: Broadcast umumnya disiarkan dalam bentuk langsung atau rekaman yang hanya dapat ditonton atau didengar pada saat siaran. Sedangkan podcast tersedia dalam format yang dapat diunduh dan didengar kapan saja.

  3. Sifatnya interaktif: Podcast cenderung lebih interaktif dan partisipatif daripada broadcast, karena biasanya memungkinkan pendengar untuk memberikan umpan balik dan berpartisipasi dalam diskusi melalui email atau media sosial. Sementara itu, broadcast umumnya tidak memiliki interaksi yang signifikan antara penyiar dan audiens.

  4. Penggunaan: Podcast sering kali digunakan untuk membahas topik tertentu atau menawarkan pandangan dari sudut pandang yang berbeda, sedangkan broadcast sering kali berfokus pada berita dan acara hiburan yang ditujukan untuk khalayak yang lebih luas.

  5. Biaya: Produksi podcast cenderung lebih terjangkau daripada produksi broadcast, karena podcast dapat direkam dan disunting menggunakan perangkat lunak sederhana. Sementara itu, produksi broadcast memerlukan peralatan yang lebih canggih dan biaya produksi yang lebih tinggi.

Meskipun terdapat perbedaan di antara keduanya, baik podcast maupun broadcast dapat menjadi bentuk media yang bermanfaat untuk menyebarluaskan konten dan informasi kepada khalayak yang lebih luas.

05 Januari 2016

HARGA KEBUTUHAN POKOK MEMICU STRESS MASSAL

STRESS bukan hanya melanda secara individu, tapi menjadi fenomena umum di masyarakat. Hal ini dipicu oleh tekanan hidup yang dirasakan semakin berat.
Dari sisi ekonomi, harga-harga kebutuhan pokok yang kian meningkat dan tak terjangkau menjadi pemicu stress setiap harinya. Dari sisi sosial, lingkungan masyarakat yang semakin egois dan indivudialis. Tidak ada lagi kepedulian satu sama lain. Tidak ada yang empati dan sensitif ketika ada tetangga yang kekurangan bahkan jatuh miskin dan terpuruk. Padahal boleh jadi diantara tetangga itu banyak yang berlebihan. Bahkan hubungan kekeluargaanpun semakin hambar. Sifat gotong royong semakin jauh dari budaya masyarakat. Di tambah lagi dengan beratnya mendidik anak yang dicekoki gaya hidup bebas. Anak-anak sekarang banyak menuntut, susah diatur, tidak patuh bahkan semakin berani pada orang tua.
Inilah kondisi masyarakat dalam sistem kapitalis yang terjadi saat ini.

10 Oktober 2013

Aku Bangga Berkulit Sawo Matang



Bangsa Indonesia termasuk bangsa yang berkulit sawo matang, hmmmm, tetap banyak lho orang Indonesia yang merasa rendah diri punya kulit sawo matang. Padahal, kulit sawo matang adalah kulit yang istimewa. Mau tahu istimewanya seperti apa ? Ternyata kulit sawo matang ini merupakan pelindung alami.

Si Pelindung Alami
     Keadaan alam di planet Bumi berbeda-beda. Di Indonesia, matahari bersinar sepanjang tahun dan sangat panas. Sinar matahari mengandung sinar ultra violet. Sinar ultra violet ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kanker kulit. terutama bagi kulit yang tidak memiliki pigmen melanin. Soalnya, pigmen melanin berguna untuk mengolah sinar ultraviolet. Jika memiliki pigmen melanin, maka manuisa dapat terhindar dari penyakit kanker kulit.
     Pigmen melanin menyebabkan kulit berwarna sawo matang. Bangsa yang berkulit putih memiliki sedikit sekali pigmen melanin. Kamu mungkin pernah melihat kulit putih bertotol-totol cokelat. Totol-totol cokelat itu adalah pigmen melanin. Tentu saja bangsa berkulit putih kuatir kena penyakit kanker kulit. Mereka harus banyak-banyak membubuhkan zat pelindung sinar matahari di kulitnya.
Sebaliknya, orang Indonesia sangat beruntung memiliki kulit sawo matang. Tanpa harus memakai zat pelindung sinar matahari, bangsa Indonesia tetap sehat. Bangsa Indonesia memiliki pelindung alamai berupa kulit sawo matang.

"Rupanya, warna kulit manusia sudah disesuaikan dengan alamnya masing-masing. Warna kulit orang Indonesia paling cocok untuk alam Indonesia. Kulit sawo matang adalah anugerah yang luar biasa bagi orang Indonesia. Orang Indonesia boleh bangga pada kulitnya. apalagi, jika kulit sawo matangnya dirawat bersih, indah seperti madu yang keemasan."

15 April 2013

Ujian Nasional Tiba, Bergembiralah !!

Ketika menghadapi ujian, perasaan yang seharusnya muncul adalah debar senang karena akan naik jenjang ke kehidupan yang lebih tinggi. Anak-anak usia SD yang remaja awal akan naik ke jenjang SMP. Juga usia remaja akhir, yakni SMP akan naik ke jenjang SMA. Selain itu, dari rema ja akhir ke masa remaja dewasa awal, yaitu dari SMA ke jenjang Perguruan Tinggi, bekerja atau menikah.
Mari kita gambarkan kuat-kuat bahwa lulus ujian itu menyenangkan. Menghadapi. Menghadapi ujian berarti menuju jenjang hidup yang lebih tinggi. itu terwakili dari warna baju seragam sekolah yang berdeba. Ada juga hak dan kewajiban baru pada jenjang yang lebih tinggi yang dulu tidak diperbolehkan. misalnya, mengurus KTP dan SIM yang berarti diperlakukan sebagai orang dewasa oleh Negara.
Kegembiraan itu kini tertutupi aneka "hati-hati" dan "awas". Menjelang ujian nasional (UN) yang terdengar hati-hati, sudah dekat ujian, ayo belajar (dan seakan belajar hanya untuk ujian); awas, sekarang sulit lho ujiannya, awas sekarang pengawasannya semakin ketat. Hati-hati macam soalnya banyak atau awas nggak bisa nyontek (seakan menyontek adalah hal yang dibenarkan). Dampaknya, adik, kakak, teman main, televisi atau aktivitas bermain dijauhkan agar anak bisa belajar untuk menghadapi UN. UN seperti menjadi musuh besar.
Mengapa jadi terkesan menyeramkan ? UN juga dijadikan sebagai tolok ukur prestasi sekolah, sehingga sekolah tersebut merasa terbebani. Beban itu dibagi kepada guru dan selanjutnya guru menbagi beban tersebut kepada anak didiknya. Akibatnya, anak sekolah menjadi instrumen dalam mencapai prestasi sekolah. Bukan sebaliknya, prestasi anak yang mendongkrak prestasi sekolah. Makna itu berbeda. Yang satu, anak menjadi objek dan satu lagi anak menjadi subjek. Akibatnya, dua hal tersebut juga berdampak berbeda dalam perkembangan anak.
Dalam perspektif psikologi perkembangan rentang kehidupan (life span perspektif), psikologis perkemabngan anak sebelumnya akan mempengaruhi psikologis perkembangan selanjutnya. Pengalaman UN yang menyeramkan dan menakutkan akan memepengaruhi psikologis perkembangan anak selanjutnya. UN telah menguras semua aspek perkembangan anak, mulai kognisi, afeksi dan psikomotor sang anak. Anak mengasah kognisinya dengan memperbanyak latihan soal (metode drill) yang membuat mereka seperti mesin dan menghafal jenis soal. Muncullah strategi anak memecahkan soal namun tidak memahami konsepnya. Dalam diri anak juga terjadi perkemabangan afeksi atau emosi. Nah, sayangnya, emosi yang terstrimulasi dalam kelas  kehidupan UN adalah perasaan cemas, takut dan superheboh. Karena ittu, anak-anak tidak mudah lagi tersenyum (atau mungkin senyum juga dilarang, harus serius karena mau UN). Gambaran yag terjadi adalah wajah anak yang capek karena turorial pelajaran yang terus-menerus dan cemas dalam menghadapi ujian.
Psikomotor jelas terlihat mulai gerak tangan yang mencoba menghitamkan lembar jawaban ujian (LJU), sehingga sensor penglihatan dan koordinasinya dengan gerak tangan juga terasah secara terus-menerus karena latihan ujian yang terus-menerus pula.
Wow..........terlihat sekali bahwa kehidupan anak yang menjalani unas terstimulasi dalam segala aspek perkembangan. Tentunya, harapan orang tua, pendidik dan orang dewasa lainnya adalah psikologis perkembangan anak yang terasah karena unas itu bisa berdampak positif. Bagaimana caranya ? Tahap pertama, membuat lingkungan yang menyenangkan. Ajari anak bersikap positif. Unas memang ditunggu-tunggu sebagai tanda penuntasan jenjang pendidikan.
Ujian Nasional merupakan gerbang ketuntasan dalam jenjang pendidikan. Sukses melaksanakan UN adalah penanda ketuntasan anak di jenjang yang ada (bukan penanda prestasi sekolah, apalagi penanda prestasi Kepala Dinas Pendidikan). Nuansanya harus dibuat seperti ketika anak menunggu liburan dan seperti nyanyian penyanyi Tasya saat masih kecil (penyanyi cilik). Libur tlah tiba, libur tlah tiba, hore...hore...hore! Setelah sikap positif terbentuk, motivasi akan mudah diberikan agar anak tumbuh percaya diri dan rieleks. Terbukti, anak-anak yang mempu mendapat nilai tinggi bukanlah anak yang menduduki rangking atas, tetapi justru anak-anak yang tidak terduga.
Psikologi mereka tenang karena tidak ada tekanan untuk menjadi yang terbaik seperti anak-anak rangking atas. Selanjutnya, ketika bersikap positif dan percaya diri, anak akan merasa bahwa tanggung jawab menyelesaikan UN dengan nilai baik merupakan tanggung jawab pribadinya. Dia tidak harus ikut bertanggung jawab atas nilai teman-temannya agar nilai UN-nya disekolah baik. Personalisasi tanggungjawab itu membentuk pribadi tangguh dan siap menghadapi tantangan. Dia tidak berharap menunggu bantuan jawaban dari temannya yang dianggap pintar.
Katika anak mulai bertanggungjawab dan tangguh, muncullah kejujuran, sehingga mengikis prakti mencontek. Sekali lagi, anak tangguh adalah anak yang mahal dan langka saat ini. Alangkah banyak orang tua yang karena perasaan bersalahnya sering memebrikan fasilitas agar anak tidak merasa susah atau permisif.
Dari titik awal sikap positif itu, dengan tahap yang positif pula, secara psikologis anak kita, generasi penerus kita akan tumbuh menjadi anak yang berkembang dengan baik. Pengalaman UN adalah pengalaman yang menyenangkan dan menjadi penanda ketuntasan jenjang pendidikan serta batas akhir kemampuan memasuki tahap psikologis perkembangan selanjutnya. Mari ajak mereka bernyanyi gembira. UN tlah tiba,,,,,,UN tlah tiba.....hore,,,hore,,,hore!!!

22 Desember 2010

UFO ALIEN

UFO dan Alien Sudah Tampak sejak 1954

Rabu, 22 Desember 2010 | 18:48 WIB


WELLINGTON, KOMPAS.com — Pihak militer Selandia Baru pada Rabu (22/12/2010) merilis ratusan laporan tentang penampakan UFO dan alien yang berstatus rahasia.

Laporan yang dimulai pada 1954 hingga 2009 itu dirilis dengan menjunjung kebebasan hukum infromasi karena Pasukan Pertahanan Selandia Baru menghapus nama dan materi identitas lainnya dalam laporan itu.

Dalam dokumen setebal 2.000 halaman itu, anggota masyarakat, prajurit militer, dan pilot komersial menggambarkan penglihatannya terhadap cahaya yang bergerak di langit.

Termasuk dalam beberapa laporan tersebut adalah gambaran tentang piring terbang, deskripsi para alien yang memakai topeng firaun, dan dugaan tentang contoh tulisan yang berasal dari luar angkasa.

Sebelum disiarkan, Komandan Skadron Angkatan Udara Kavae Tamariki mengatakan, Pasukan Pertahanan tidak memiliki narasumber untuk menyelidiki penampakan UFO itu dan tidak akan berkomentar tentang isi berkas tersebut.

"Kami hanya melakukan pengumpulan informasi. Kami tidak menyelidiki atau membuat pelaporan, kami tidak memperkuat apa pun dalam laporan itu," katanya kepada Dominion Post.

Salah satu dari berkas itu terkait dua penampakan cahaya aneh di kota Kaikoura, Pulau Selatan, pada 1978, yang salah satunya terekam oleh kru televisi yang sedang berada di pesawat ketika berada di wilayah itu.

Kejadian tersebut langsung menjadi pusat pemberitaan secara internasional. Namun, sebuah laporan Angkatan Udara menjelaskan, itu hanya fenomena alam, seperti halnya cahaya kapal yang terpantul oleh awan atau sebuah penampakan tak biasa dari Planet Venus.

Dokumen asli dari laporan yang dirilis pada Rabu itu akan tetap tersegel di arsip nasional hingga tahun 2080

Menikmati sarapan dengan pemandangan pegunungan kini menjadi impian liburan ideal bagi banyak orang yang ingin melepas penat dari hiruk-pik...